Skip to content
P.U. (A)In force

Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024

The full official text, structured for quick navigation. Copy any provision or jump straight to a section.

Enacted
2024
Sections
2

Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 is Malaysia P.U. (A), cited as P.U. (A) 386 2024, currently marked in force and first recorded in 2024.

Front matterCover and publication detailsOpen

P.U. (A) 386

WARTA KERAJAAN PERSEKUTUAN

FEDERAL GOVERNMENT

GAZETTE

PERINTAH DUTI EKSAIS (PINDAAN) (NO. 2) 2024

EXCISE DUTIES (AMENDMENT) (NO. 2) ORDER 2024

DISIARKAN OLEH/

JABATAN PEGUAM NEGARA/

ATTORNEY GENERAL’S CHAMBERS

P.U. (A) 386 2

AKTA EKSAIS 1976

PERINTAH DUTI EKSAIS (PINDAAN) (NO. 2) 2024

Opening note

Preamble

  1. PADA menjalankan kuasa yang diberikan oleh subseksyen 6(1) Akta Eksais 1976 [Akta 176], Menteri membuat perintah yang berikut: Nama dan permulaan kuat kuasa

Seksyen 1

(1)

Perintah ini bolehlah dinamakan Perintah Duti Eksais (Pindaan)

(No. 2) 2024.

(2)

Perintah ini mula berkuat kuasa pada 1 Januari 2025.

Pindaan Jadual 1.

Perintah Duti Eksais 2022 [P.U. (A) 163/2022] dipinda dalam Jadual—

(i)

berhubung dengan subkepala 2009.11.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(ii)

berhubung dengan subkepala 2009.12.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(iii)

berhubung dengan subkepala 2009.19.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(iv)

berhubung dengan subkepala 2009.21.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

P.U. (A) 386 3

(v)

berhubung dengan subkepala 2009.29.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(vi)

berhubung dengan subkepala 2009.31.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(vii)

berhubung dengan subkepala 2009.39.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(viii)

berhubung dengan subkepala 2009.41.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(ix)

berhubung dengan subkepala 2009.49.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(x)

berhubung dengan subkepala 2009.50.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xi)

berhubung dengan subkepala 2009.61.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xii)

berhubung dengan subkepala 2009.69.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xiii)

berhubung dengan subkepala 2009.71.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

P.U. (A) 386 4

(xiv)

berhubung dengan subkepala 2009.79.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xv)

berhubung dengan subkepala 2009.81.10 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xvi)

berhubung dengan subkepala 2009.81.90 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xvii)

berhubung dengan subkepala 2009.89.10 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xviii)

berhubung dengan subkepala 2009.89.20 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xix)

berhubung dengan subkepala 2009.89.30 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xx)

berhubung dengan subkepala 2009.89.40 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xxi)

berhubung dengan subkepala 2009.89.91 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

P.U. (A) 386 5

(xxii)

berhubung dengan subkepala 2009.89.99 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xxiii)

berhubung dengan subkepala 2009.90.10 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(xxiv)

berhubung dengan subkepala 2009.90.91 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

“RM0.90”; dan

(xxv)

berhubung dengan subkepala 2009.90.99 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

“RM0.90”; dan

(i)

berhubung dengan subkepala 2202.10.20 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(ii)

berhubung dengan subkepala 2202.10.30 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(iii)

berhubung dengan subkepala 2202.10.90 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(iv)

berhubung dengan subkepala 2202.91.00 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

P.U. (A) 386 6

(v)

berhubung dengan subkepala 2202.99.10 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(vi)

berhubung dengan subkepala 2202.99.20 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(vii)

berhubung dengan subkepala 2202.99.30 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(viii)

berhubung dengan subkepala 2202.99.40 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

(ix)

berhubung dengan subkepala 2202.99.50 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

“RM0.90”; dan

(x)

berhubung dengan subkepala 2202.99.90 00, dalam ruang (5), dengan menggantikan perkataan “RM0.50” dengan perkataan

“RM0.90”.

Dibuat 10 Disember 2024

[S.KE.HT(96)669/19-8 Klt.4; PN(PU2)337/JLD.29]

DATUK SERI AMIR HAMZAH AZIZAN

Menteri Kewangan II

[Akan dibentangkan di Dewan Rakyat menurut subseksyen 6(2) Akta Eksais 1976]

P.U. (A) 386 7

EXCISE ACT 1976

EXCISE DUTIES (AMENDMENT) (NO. 2) ORDER 2024

Opening note

Preamble

  1. IN exercise of the powers conferred by subsection 6(1) of the Excise Act 1976 [Act 176], the Minister makes the following order: Citation and commencement 1.

(1)

This order may be cited as the Excise Duties (Amendment) (No. 2)

Order 2024.

(2)

This Order comes into operation on 1 January 2025.

Amendment of Schedule

Seksyen 2

The Excise Duties Order 2022 [P.U. (A) 163/2022] is amended in the Schedule—

(i)

in relation to subheading 2009.11.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(ii)

in relation to subheading 2009.12.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(iii)

in relation to subheading 2009.19.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(iv)

in relation to subheading 2009.21.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(v)

in relation to subheading 2009.29.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

P.U. (A) 386 8

(vi)

in relation to subheading 2009.31.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(vii)

in relation to subheading 2009.39.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(viii)

in relation to subheading 2009.41.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(ix)

in relation to subheading 2009.49.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(x)

in relation to subheading 2009.50.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xi)

in relation to subheading 2009.61.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xii)

in relation to subheading 2009.69.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xiii)

in relation to subheading 2009.71.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xiv)

in relation to subheading 2009.79.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xv)

in relation to subheading 2009.81.10 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xvi)

in relation to subheading 2009.81.90 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

P.U. (A) 386 9

(xvii)

in relation to subheading 2009.89.10 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xviii)

in relation to subheading 2009.89.20 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xix)

in relation to subheading 2009.89.30 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xx)

in relation to subheading 2009.89.40 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xxi)

in relation to subheading 2009.89.91 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xxii)

in relation to subheading 2009.89.99 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xxiii)

in relation to subheading 2009.90.10 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(xxiv)

in relation to subheading 2009.90.91 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”; and

(xxv)

in relation to subheading 2009.90.99 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”; and

(i)

in relation to subheading 2202.10.20 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

P.U. (A) 386 10

(ii)

in relation to subheading 2202.10.30 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(iii)

in relation to subheading 2202.10.90 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(iv)

in relation to subheading 2202.91.00 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(v)

in relation to subheading 2202.99.10 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(vi)

in relation to subheading 2202.99.20 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(vii)

in relation to subheading 2202.99.30 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(viii)

in relation to subheading 2202.99.40 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”;

(ix)

in relation to subheading 2202.99.50 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”; and

(x)

in relation to subheading 2202.99.90 00, in column (5), by substituting for the words “RM0.50” the words “RM0.90”.

Made 10 December 2024

[S.KE.HT(96)669/19-8 Klt.4; PN(PU2)337/JLD.29]

DATUK SERI AMIR HAMZAH AZIZAN

Minister of Finance II

[To be laid before the Dewan Rakyat pursuant to subsection 6(2) of the Excise Act 1976]

Common questions

What is Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024?
Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 is Malaysia P.U. (A), cited as P.U. (A) 386 2024, currently marked in force and first recorded in 2024.
Is Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 still in force?
Yes — Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 is currently in force.
When did Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 take effect?
Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 was first recorded in 2024.
How many sections does Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 have?
Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 contains 2 sections.
Where can I read the official version of Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024?
The official text of Perintah Duti Eksais (Pindaan) (No. 2) 2024 is published at lom.agc.gov.my.

Something wrong on this page?

If one provision's text doesn't match the official source, use Suggest a fix beside that provision — it opens an editor next to the source document. For anything else — a missing amendment, a broken link, out-of-date content, or a removal request — report it here.